Kusir Menyiksa Kuda Supaya ‘Kejar Setoran’, Bisakah Ditindak Melalui Jalur Hukum?

Posted on

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

(3) Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.

 

(4) Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana.”

Nah, karena ini bukan hewan yang dilindungi oleh negara, maka bagi siapa saja wajib untuk melakukan pemeliharaan, pengamanan, perawatan dan pengayoman hewan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan agar si kuda bisa bebas dari rasa tertekan, penganiayaan, penyalahgunaan dan lain-lain. Kewajiban tersebut sesuai dengan Pasal 66 Ayat (2) huruf c Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Eh tapi kewajiban tersebut dilakukan setelah ada konfirmasi dari pihak yang berwajib ya.

 

Lalu ada lagi pasal yang bisa memberatkan si penyiksa kuda tadi. Adalah Pasal 92 Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan. Di dalam pasalnya tertulis aturan sebagai berikut.

 

“Setiap orang dilarang untuk:

a. menggunakan dan memanfaatkan Hewan di luar kemampuan kodratnya yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan, keselamatan, atau menyebabkan kematian Hewan;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *